<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://motivation.byethost9.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://motivation.byethost9.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 14:50:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>5 Sudut Pandang Pemenang dan Pecundang</title>
		<link>http://motivation.byethost9.com/archives/544</link>
		<comments>http://motivation.byethost9.com/archives/544#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 14:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motivation.byethost9.com/archives/544</guid>
		<description><![CDATA[ 	

Pertama, seorang pemenang selalu berpikir dan memandang bahwa dirinya harus menjadi bagian dari sebuah solusi. Solusi adalah yang utama. Bertindak harus dilakukan secepatnya. Berpikir tajam adalah kunci hidupnya. Seorang pemenang, di manapun ia berada, ia selalu yakin bahwa dirinya adalah seorang pemegang kunci jawaban atas segala persoalan yang menimpa dirinya dan orang lain. Berbeda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<style type="text/css"> 	<!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { so-language: zxx }  	</style>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Apa kabar rekan-rekan semuanya? Mohon maaf sebelumnya apabila saya baru menulis lagi, soalnya kemarin saya sibuk dengan beberapa urusan bisnis. Hehe&#8230; Baiklah, dalam artikel ini kita akan membicarakan dua buah sudut pandang yang berbeda, antara si pemenang dan si pecundang dalam memandang kehidupan ini. Bagaimana mungkin manusia yang memiliki potensi yang sama oleh Allah SWT, namun memiliki hasil yang beragam dan berbeda-beda? Tahukah Anda bahwa sesungguhnya sang pemenang dan sang pecundang hanya dibedakan oleh suatu hal yang kecil dan tipis, namun dampaknya sangat luar biasa? Hal tersebut hanyalah satu, yaitu sudut pandang.</p>
<p><!-- more -->
</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Pertama, seorang pemenang selalu berpikir dan memandang bahwa dirinya harus menjadi bagian dari sebuah solusi. Solusi adalah yang utama. Bertindak harus dilakukan secepatnya. Berpikir tajam adalah kunci hidupnya. Seorang pemenang, di manapun ia berada, ia selalu yakin bahwa dirinya adalah seorang pemegang kunci jawaban atas segala persoalan yang menimpa dirinya dan orang lain. Berbeda dengan pecundang. Seorang pecundang hanya bisa menjadi bagian dari suatu masalah. Seorang pecundang hanya mampu menyalahkan keadaan yang menimpanya. Pecundang tidak pernah bertindak untuk memperbaiki apa yang memang seharusnya diperbaiki. Ini tidak mengherankan karena memang pola pikir seorang pecundang hanyalah masalah demi masalah yang di situlah dia memfokuskan dirinya tanpa pernah mencoba mencari kunci untuk memecahkan masalahnya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Kedua, seorang pemenang selalu berpikir dan berkata, “Biarkan saya yang melakukannya untuk Anda.” Seorang pemenang selalu berpikir dan berkata, “Ada yang bisa saya lakukan untuk Anda?”. Seorang pemenang selalu berorientasi pada bantuan dan kontribusi apa yang bisa dia berikan untuk umat manusia. Senyum selalu menjadi sahabat setia di bibirnya, sambil menawarkan kontribusi apa yang bisa ia berikan. Berbeda dengan pecundang. Seorang pecundang adalah seorang yang selalu berpikir dan berkata,”Itu bukan bagian dari pekerjaan saya.”. Seorang pecundang selalu berpikir dan berkata, “Itu bukan urusan saya.”. Pecundang selalu memikirkan dirinya sendiri. Seorang pecundang tidak akan  membantu apabila tidak diminta. Seorang pecundang selalu berpikir bagaimana cara membahagiakan diri sendiri, padahal pada dasarnya tidak pernah seorang pecundang merasakan apa yang namaya bahagia.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Ketiga, seorang pemenang selalu mempunyai sudut pandang dan mindset bahwa pasti ada jawaban di setiap persoalan. Tidak peduli apa masalahnya, tidak peduli seberat apa cobaannya. Karena pemenang pasti yakin bahwa semua masalah yang menimpanya bisa diselesaikan dan diberikan Allah sesuai dengan kemampuan dirinya. Sementara pecundang? Pecundang selalu memiliki sudut pandang dan mindset pasti ada masalah dalam setiap jawaban. Pecundang tidak pernah memberikan solusi, namun dia hanya bisa melihat masalah dalam solusi-solusi yang ada. Pecundang sangat senang mengkritik, tidak mau dikritik, dan tidak bisa diharapkan memberikan solusi atas sebuah persoalan. Maka hati-hatilah Anda agar jangan sampai memiliki sudut pandang seorang pecundang.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Keempat, seorang pemenang selalu memiliki mindset dan berkata,”Hal ini memang sulit, tetapi mungkin diselesaikan dengan baik.” Seorang pemenang selalu melihat kesempatan. Seorang pemenang selalu melihat peluang. Seorang pemenang selalu melihat bagaimana suatu masalah terpecahkan. Berbeda dengan seorang pecundang. Seorang pecundang selalu memiliki mindset dan berkata, “Hal ini memang mungkin diselesaikan dengan baik, tetapi ini sulit.”. Seorang pecundang selalu berfokus pada kesulitan-kesulitan. Seorang pecundang selalu melihat masalah dalam kesempatan, Seorang pecundang selalu mencegah dirinya untuk maju dan takut dalam melakukan perubahan menuju arah yang lebih baik.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Terakhir, seorang pemenang hidup layaknya sebuah thermostat. Seorang pemenang hidup sebagai seorang yang membawa perubahan untuk kebenaran. Seorang pemenang berkomitmen untuk menjadi orang yang berpengaruh bagi lingkungannya. Seorang pemenang adalah seorang yang memilih jalan sebagai agent of change walaupun batu ujian datang menghantam dirinya. Berbeda dengan seorang pecundang. Seorang pecundang hidup layaknya sebuah thermometer. Apabila suhu di sekitarnya berubah, maka indikator dirinya pasti berubah. Pecundang tidak memiliki prinsip. Pecundang tidak berani melawan arus. Pecundang tidak berpengaruh dan mudah dipengaruhi. Pecundang hanya ikut-ikutan tanpa tahu siapa dirinya dan tidak tahu jati dirinya sendiri.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Pertanyaan saya, ada di manakah diri kita saat ini? Mindset apa yang sering muncul dan dimiliki kita saat ini? Selamat bagi Anda yang memiliki mindset seorang pemenang, namun wasapada bagi Anda yang memiliki mindset seorang pecundang.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Ada yang ingin rekan-rekan tambahkan? Atau mungkin ada sudut pandang yang lain? ^^</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Salam Sukses untuk Anda!</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Arry Rahmawan D<br />SMS : 08988507455<br />E-Mail : <font color="#000080"><span lang="zxx"><u><a href="http://arry-rahmawan.co.cc/">arry.rahmawan@gmail.com<br />http://arry-rahmawan.co.cc</a></u></span></font></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=121bffcb-ba7c-867c-8573-245093c89b01" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motivation.byethost9.com/archives/544/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tipe-tipe Penghambat Kemajuan</title>
		<link>http://motivation.byethost9.com/archives/541</link>
		<comments>http://motivation.byethost9.com/archives/541#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 13:54:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[self-help]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motivation.byethost9.com/archives/541</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali saya mengajar sebuah kelompok ataupun perorangan, saya menjumpai bahwa ada beberapa macam tipe orang yang dapat menghambat proses belajar itu sendiri.
Tipe yang pertama adalah Si &#34;Tapi&#34;. Si Tapi adalah tipe orang yang mudah mengucapkan sesuatu tanpa disertai dengan niat. &#34;Menarik, saya ingin belajar donk.. Tapi nanti saja ya..&#34; adalah contoh kalimat yang biasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali saya mengajar sebuah kelompok ataupun perorangan, saya menjumpai bahwa ada beberapa macam tipe orang yang dapat menghambat proses belajar itu sendiri.</p>
<p>Tipe yang pertama adalah Si &quot;Tapi&quot;. Si Tapi adalah tipe orang yang mudah mengucapkan sesuatu tanpa disertai dengan niat. &quot;Menarik, saya ingin belajar donk.. Tapi nanti saja ya..&quot; adalah contoh kalimat yang biasa dilontarkan Si Tapi. Keinginan sudah ada namun tanpa niat sehingga keinginan tersebut hanya sebatas ucapan mulut. Dan sadar ataupun tidak bahwa kata &quot;tapi&quot; itu adalah penghambat utamanya. &quot;Saya ingin berubah <em><u>tapi.</u>.&quot;, &quot;</em>saya ingin belajar<em><u> tapi</u>..&quot; &#8230;</em>Berulang-ulang Si Tapi hanya berpusat pada kata tapi dan kalimat sesudahnya saja sehingga ia terlalu sibuk dengan &#8216;tapi&#8217;-nya tanpa ada tindakan yang nyata. Ketika orang lain telah mulai belajar, Si Tapi ini tetap masih &#8216;jalan di tempat&#8217; saja. Jika Si Tapi ini menghubungi dan berkata ingin mempelajari sesuatu dari saya maka saya melihat bahwa sebagian besar dari mereka akan melupakan sendiri niat mereka tersebut.</p>
<p> <span id="more-541"></span>
</p>
<p>Tipe yang kedua adalah Si &quot;Memang&quot;. Si Memang adalah tipe orang yang menghambat dirinya dengan men-cap diri dengan sebuah label terlebih dahulu di awal dan selama proses belajar. Contoh perkataan yang biasa dilontarkan Si Memang ini adalah : &quot;Ya habis bagaimana saya’kan memang gaptek..&quot;. Mungkin hal tersebut terlihat sepele, namun tanpa disadari bahwa hal tersebut dapat berdampak besar kepada diri orang tersebut. Mayoritas tipe Si Memang ini akan tertahan dan sulit untuk maju. Setiap kali dijelaskan, Si Memang telah menutupi dirinya sendiri dengan &#8216;tameng&#8217; label tersebut. Seolah-olah karena memang sudah begitu maka mereka mudah melupakan yang telah diajarkan dan malas melakukan usaha untuk mencatat. Di samping itu, Si Memang juga kurang mempunyai keinginan untuk berpikir kritis dan mengembangkan keingintahuannya . Si Memang ingin selalu &#8216;disuapi&#8217; dengan informasi. Jika saya mengajar tipe Si Memang yang memang telah &#8216;parah&#8217; dalam artian susah diubah mindset-nya, maka Si Memang akan menderita kerugian lain yaitu ia hanya akan mendapatkan informasi/pelajaran umum saja, tidak mendalam.</p>
<p>Tipe ketiga adalah Si &quot;Sok Tahu&quot;. Si Sok Tahu ini adalah tipe orang yang mempunyai semangat ingin belajar yang tinggi bahkan karena terlalu tingginya hingga tipe orang seperti ini terlalu menganggap sepele hal-hal dasar seperti konsep dkk. Biasanya ditambah dengan besar mulut.Mereka tidak terlalu ingin tahu mengenai konsep dan langsung ingin membuat sebuah hal yang mereka anggap &#8216;keren/canggih&#8217;. Sebagai contoh sederhana saya akan memberikan berdasarkan pengalaman saya. Suatu kali saya berkesempatan untuk mengajar tentang animasi 2 dimensi (2D) di sebuah himpunan mahasiswa. Dari awal saya telah tekankan bahwa mereka harus menguasai konsep terlebih dahulu karena yang namanya animasi itu baik 2D atau 3D akan sangat rawan terjadi kesalahan-kesalahan yang sebetulnya sepele diakibatkan oleh pemahaman konsep yang kurang kuat. Ada seorang mahasiswa yang memburu saya agar terus lanjut saja secara cepat tanpa dia kurang peduli dengan peserta lainnya. Ketika saya menjelaskan konsep dasar, dia terlalu asik dengan aktifitasnya sendiri di komputer. Ketika sudah mulai praktik untuk membuat animasi dasar, Si Sok Tahu ini berulang kali melakukan kesalahan yang sama akibat ketidaktahuan dia akan konsep padahal peserta lainnya yang mengikuti penjelasan konsep dari awal tidak mengalaminya. Dan pada akhirnya Si Sok Tahu ini akan bingung sendiri sehingga saya terpaksa berulang kali menjelaskan penjelasan yang sama terutama tentang konsep. Biasanya apabila Si Sok Tahu ini bertanya maka dia yang akan terakhir saya jawab pertanyaannya setelah pertanyaan peserta lain terjawab, tentu saja hal ini malah akan menghambat dirinya kan?</p>
<p>Tipe yang terakhir adalah Si &quot;Niat Plus&quot; , plus di sini maksudnya adalah orang tersebut selain mempunyai niat yang kuat namun juga memiliki komitmen serta kerendahan hati. Si Niat Plus ini sangat jarang saya jumpai, namun bukan berarti tidak ada. Tipe seperti Si Niat Plus inilah yang sekalipun dia belajar dari nol namun dengan tekadnya yang kuat serta kerendahan hatinya maka ia dapat melampaui tipe-tipe orang sebelumnya. Dan saya sangat menghargai Si Niat Plus ini sekalipun harus mengajarinya dari awal. Karena tipe orang seperti ini mempunyai beberapa keunggulan lain yaitu daya pikirnya yang kritis dan selalu ingin tahu namun tetap terbuka dan rendah hati untuk sharing pengetahuan dari orang lain. Si Niat Plus ini juga mau untuk belajar dari nol,termasuk dari konsep, sehingga Si Niat Plus ini akan lebih kreatif dalam mengembangkan kreatifitasnya. Karena apa? Saya toh berangkat dari tipe ini juga. Selama proses belajar saya yang cenderung otodidak maka saya belajar bahwa semakin kita menjadi tipe Niat Plus, maka orang akan tidak segan-segan untuk sharing ilmu mereka dengan kita. Setelah saya mengajar orang, saya baru menyadari bahwa memang benar bahwa saya menjadi lebih semangat untuk mengajar orang yang mempunyai niat namun rendah hati karena semangat juang mereka beda. Berapakali pun mereka harus mencoba, Si Niat Plus tetap akan terus berusaha mengembangkan kemampuan mereka. Mereka tidak akan mudah menyerah di tengah jalan apabila menemui hambatan ataupun kegagalan. Ketika mereka sudah beranjak pada level selanjutnya, maka jangan heran apabila mereka dapat menghasilkan karya yang seakan-akan rumit namun sebenarnya simple karena mereka mempunyai pemahaman konsep serta teknikal secara bersamaan.</p>
<p>Sekarang.. Yang manakah tipe Anda? Semua itu sebenarnya akan kembali kepada pilihan Anda sendiri. Tidak ada seorang pun yang dapat mengubah Anda menjadi maju selain Anda sendiri.</p>
<p><em></em></p>
<p><em></em></p>
<p>Salam,</p>
<p>Erika</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motivation.byethost9.com/archives/541/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Proses</title>
		<link>http://motivation.byethost9.com/archives/540</link>
		<comments>http://motivation.byethost9.com/archives/540#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 13:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motivation.byethost9.com/archives/540</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu Allah SWT yang menetapkan. Kita hanya punya dua kewajiban, yaitu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah Allah SWT. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu Allah SWT yang menetapkan. Kita hanya punya dua kewajiban, yaitu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah Allah SWT.   </p>
<p>Seperti para mujahidin yang berjuang membela bangsa dan agamanya, sebetulnya bukan kemenangan yang terpenting bagi mereka karena menang kalah itu akan selalu digilir kepada siapapun. Tapi yang paling penting baginya adalah bagaimana selama berjuang itu niatnya benar karena Allah dan selama berjuang itu akhlaknya juga tetap terjaga. Tidak akan rugi orang yang mampu berbuat seperti ini sebab ketika dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala, kalaupun terbunuh berarti bisa jadi syuhada.</p>
<p> <span id="more-540"></span>
<p>Ketika berjualan dalam rangka mencari nafkah untuk keluarga, maka masalah yang terpenting bagi kita bukanlah uang dari jualan itu, karena uang itu ada jalurnya, ada rezekinya dari Allah SWT dan semua pasti mendapatkannya. Karena kalau kita mengukur kesuksesan itu dari untung yang didapat, maka akan gampang sekali bagi Allah SWT untuk memusnahkan untung yang didapat hanya dalam waktu sekejap.   </p>
<p>Dibuat musibah menimpanya, dikenai bencana, hingga akhirnya semua untung yang dicari berpuluh-puluh tahun bisa sirna seketika. Walhasil yang terpenting dari bisnis dan ikhtiar yang dilakukan adalah prosesnya. Misal, bagaimana selama berjualan itu kita selalu menjaga niat agar tidak pernah ada satu miligram pun hak orang lain yang terambil oleh kita, bagaimana ketika berjualan itu kita tampil penuh keramahan dan penuh kemuliaan akhlak, bagaimana ketika sedang bisnis benar-benar dijaga kejujuran kita, tepat waktu, janji-janji kita penuhi.    </p>
<p>Keuntungan saat berproses dalam mencari nafkah adalah dengan menjaga nilai-nilai perilaku kita. Uang bukanlah hal yang harus selalu dipikirkan, karena Allah Mahatahu kebutuhan kita, lebih tahu dari kita sendiri. Kita sama sekali tidak akan terangkat oleh keuntungan yang kita dapatkan, tapi kita akan terangkat oleh proses mulia yang kita jalani. Hal ini perlu dicamkan baik-baik oleh siapa pun bahwa yang termahal dari kita adalah nilai-nilai yang selalu kita jaga dalam proses.    </p>
<p>Termasuk ketika kuliah bagi para pelajar, kalau kuliah hanya menikmati hasil ataupun hanya ingin gelar, bagaimana kalau meninggal sebelum diwisuda? Apalagi kita tidak tahu kapan meninggal. Karena itu, hal terpenting dari perkuliahan adalah selalu bertanya pada diri, mau apa dengan kuliah ini? Apakah sekadar untuk mencari isi perut? Bukankah Imam Ali ra pernah mengatakan, &#8221;Orang yang pikirannya hanya pada isi perut, maka derajat dia tidak akan jauh beda dengan yang keluar dari perutnya.    </p>
<p>&#8221; Kalau hanya ingin cari uang, hanya tok uang, maka asal tahu saja penjahat juga pikirannya hanya uang. Bagi kita kuliah adalah suatu ikhtiar agar nilai kemanfaatan hidup kita meningkat. Kita menuntut ilmu supaya tambah luas ilmu hingga akhirnya hidup kita bisa lebih meningkat manfaatnya. Ikhtiar dalam meningkatkan kemampuan salah satu tujuannya adalah agar dapat memberi manfaat bagi orang lain. Kita cari nafkah sebanyak mungkin supaya bisa menyejahterakan orang lain.    <br />Dalam mencari rezeki ada dua perkara yang perlu selalu kita jaga, ketika sedang mencari kita sangat jaga nilai-nilainya, dan ketika mendapatkannya kita distribusikan sebanyak-banyaknya. Inilah yang terpenting. Dalam melakukan hal apapun, bertanyalah selalu, untuk apa kita melakukan semua itu. Saat melamar seseorang, kita harus siap menerima kenyataan bahwa yang dilamar itu belum tentu jodoh kita. Mungkin kita sudah datang ke calon mertua, sudah bicara baik-baik, sudah menentukan tanggal, tiba-tiba menjelang pernikahan ternyata ia mengundurkan diri atau akan menikah dengan yang lain.    </p>
<p>Sakit hati adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi, tapi ingat bahwa kita tidak pernah rugi kalau niatnya dan caranya sudah benar. Mungkin Allah SWT telah menyiapkan calon lain yang lebih cocok bagi kita. Mungkin pula kita sudah daftar ibadah haji, sudah dipotret, sudah manasik, dan sudah siap untuk berangkat, tiba-tiba ada sesuatu hal yang membatalkan kepergian kita, seperti yang terjadi kemarin. Apakah ini suatu kerugian?    </p>
<p>Belum tentu! Siapa tahu ini merupakan pertolongan dari Allah SWT, karena kalau jadi berangkat ibadah haji kita belum tentu mabrur. Allah SWT sangat tahu kapasitas keimanan dan keilmuan kita. Oleh sebab itu, sekali lagi jangan terpukau oleh hasil. Hasil yang baik menurut kita belum tentu baik menurut perhitungan Allah SWT. Jika kualifikasi mental kita hanya uang lima puluh juta, maka uang satu milyar bisa menjadi musibah bagi kita. Datangnya rezeki akan efektif kalau keilmuan dan keimanan kita mantap.    </p>
<p>Kalau tidak, datangnya uang, gelar, pangkat, atau kedudukan yang tidak dibarengi kualitas pribadi yang bermutu sama dengan datangnya musibah. Ada orang yang hina gara-gara dia punya kedudukan, karena kedudukannya tidak dibarengi dengan kemampuan mental yang baik. Sahabat, selalulah kita menikmati proses. Seperti saat seorang ibu membuat kue lebaran, ternyata kue lebaran yang sangat enak itu telah melewati proses yang begitu panjang dan lama.    </p>
<p>Mulai dari mencari bahan, memilah-milahnya, menyediakan peralatan yang pas, hingga memadukannya dengan takaran yang tepat. Begitu pula ketika ibu-ibu punya anak, lihatlah prosesnya. Hamilnya sembilan bulan, sungguh begitu berat, tidur susah, berdiri juga berat, masya Allah. Kemudian saat melahirkannya pun sakit setengah mati. Padahal setelah si anak lahir belum tentu balas budi.    </p>
<p>Bayangkanlah kalau semua proses tersebut tidak disertai keikhlasan, apa yang kita dapatkan? Oleh sebab itu, bagi para ibu, nikmatilah proses hamil sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mengurus anak, pusingnya, dan rewelnya anak sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mendidik anak dengan penuh jerih payah dan tetesan keringat sebagai ladang amal. Jangan pikirkan apakah anak mau balas budi atau tidak, sebab kalau kita ikhlas menjalani proses, insya Allah tidak akan pernah rugi. Rezeki kita bukan apa yang kita dapatkan, tapi apa yang dengan ikhlas dapat kita lakukan. Wallahu a&#8217;lam bish-shawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motivation.byethost9.com/archives/540/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Obat dari Segala Obat</title>
		<link>http://motivation.byethost9.com/archives/516</link>
		<comments>http://motivation.byethost9.com/archives/516#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 00:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motivation.byethost9.com/archives/516</guid>
		<description><![CDATA[ Tanggal Penulisan : Sabtu, 31 Oktober 2009; 07.42 - Depok Ditulis oleh : Arry Rahmawan Lihat Profil Penulis
Obat dari segala obat? Mendengarnya saja mungkin kita akan sangat tertarik untuk mengetahuinya. Bukankah obat dari segala obat menunjukkan bahwa obat ini adalah obat yang paling mujarab? Lantas obat ini mengobati penyakit apa ya?
Rekan-rekan sekalian, kita sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://motivation.byethost9.com/wp-content/uploads/2009/10/windowslivewriterobatdarisegalaobat-6a79image-2.png"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="79" alt="image" src="http://motivation.byethost9.com/wp-content/uploads/2009/10/windowslivewriterobatdarisegalaobat-6a79image-thumb.png" width="64" align="left" border="0"></a> Tanggal Penulisan : Sabtu, 31 Oktober 2009; 07.42 - Depok <br />Ditulis oleh : Arry Rahmawan <br /><a href="http://motivation.byethost9.com/arry/?page_id=2" target="_blank">Lihat Profil Penulis</a>
<p>Obat dari segala obat? Mendengarnya saja mungkin kita akan sangat tertarik untuk mengetahuinya. Bukankah obat dari segala obat menunjukkan bahwa obat ini adalah obat yang paling mujarab? Lantas obat ini mengobati penyakit apa ya?</p>
<p>Rekan-rekan sekalian, kita sebagai manusia, tentunya seringkali memiliki berbagai macam masalah dan tidak tahu pemecahannya. Banyak cara dilakukan untuk mencari obat dari segala macam masalah-masalah yang menurut kita tidak mungkin dipecahkan. Ada yang mulai dari sharing, meminta saran, atau yang hedon lebih memilih ke diskotik atau bar untuk melupakan masalah. Bahkan yang tersesat memilih jalan mengkonsumsi narkoba yang kemudian akan menghancurkan dirinya sendiri. Memang terkadang depresi dan frustasi mendominasi pikiran-pikiran kita, sehingga kita menjadi kacau dan bahkan tidak jarang yang jatuh sakit dan akhirnya stress, bahkan yang lebih ekstrim adalah bunuh diri.</p>
<p><span id="more-516"></span>
<p>Mengapa bisa terjadi seperti itu?</p>
<p>Terkadang, orang yang depresi dan stress menjadi tolak ukur seberapa kuat hubungan dia dengan Tuhannya. Iman adalah suatu cahaya yang sangat lezat dan nikmat bagi orang yang memilikinya. Sebuah nilai-nilai kepercayaan dan juga keyakinan adanya Tuhan dan dalam hidup ini semua manusia selalu bersama Tuhan dan akan kembali kepadanya. Kesimpulannya, percaya atau tidak, keimanan adalah kunci dari segala pemecahan masalah. Obat dari segala obat yang pernah Anda kenal. Selama Anda masih memiliki iman, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.</p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: &#8220;Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?&#8221; Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: &#8220;Kamilah penolong-penolong agama Allah&#8221;, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (QS. Ash-Shaff : 61)</em>
<p>Menjadi penolong dan penegak agama Allah bukan berarti kemudian berjihad frontal seperti yang digambarkan pada media-media dengan menggunakan bom sana-sini yang justru bukan menolong, namun mencemarkan agama Allah yang kemudian dicap sebagai agama terorisme. Menegakkan agama Allah ini dapat dilakukan dengan menegakkan nilai-nilai ringan yang senantiasa membuat kita menjadi teringat akan Tuhan kita. Seperti senyum, berbuat baik kepada orang lain, antusias dalam bekerja dan belajar, dan kemudian tentunya melaksanakan ibadah-ibadah khusus. Dalam Islam, misalkan dengan shalat lima waktu tepat pada waktunya.
<p>Orang yang senantiasa bersama dengan Tuhannya dan yakin bahwa Tuhannya akan selalu menolongnya, memiliki pancaran aura hidup yang berbeda dengan orang-orang biasa. Yakinlah!
<p>Dengan mengutamakan keimanan sebagai kunci utama dalam menjalankan hidup ini, maka Anda akan memiliki beberapa keuntungan, seperti :
<p>1. Hidup Anda akan senantiasa menjadi lebih tenang dan rileks. Maka hal ini akan mempengaruhi pikiran-pikiran Anda untuk tetap berpikir positif sehingga kondisi mental Anda akan terpengaruh juga menjadi positif, dan kesehatan fisik pun akan datang kepada Anda.
<p>2. Hidup Anda akan menjadi lebih optimis dan antusias dari sebelumnya. Saksiskanlah bagaimana orang-orang yang antusias bekerja dan berinteraksi dengan orang lain. Maka Anda akan merasakan getaran-getaran semangat dan akan terpengaruh untuk antusias juga. Lantas, sudahkah Anda melihat dan merasakan hasil hidup Anda apabila semuanya Anda jalani dengan antusias?
<p>3. Keimanan akan senantiasa memberikan Anda motivasi-motivasi tertinggi yang bersifat internal. Motivasi yang berasal langsung dari Tuhan untuk Anda, dan Anda pun akan bersemangat untuk memberikan yang terbaik atas nama Tuhan dalam hidup Anda.
<p>Sebenarnya masih banyak sekali hal-hal yang akan Anda dapatkan apabila keimanan dijadikan sebuah landasan utama dalam hidup Anda. Dengan menitikberatkan integritas kepada Tuhan, bukan kepada materi, maka perilaku Anda pun senantiasa akan dipenuhi dengan kebaikan-kebaikan dan nilai lebih untuk orang lain.
<p>Maka dari itu, cobalah buka kitab suci Anda. Sudahkah Anda membaca kitab suci yang berisi surat-surat cinta dari Tuhan Anda yang Maha memiliki segalanya, baik kekuatan, ilmu, kebesaran, dan lain sebagainya? Bila belum, bacalah minimal 20 ayat sebagai penginspirasi Anda untuk hari ini. Karena yakinlah, tak ada kata yang lebih indah dan bijaksana selain firman-firman Tuhan yang tercantum dalam kitabNya.
<p>Terakhir kata-kata penutup dari saya,
<p>Jika Anda berpikir Anda lelah, maka Anda akan merasa lelah;<br />Jika Anda berpikir Anda tidak berani, maka Anda tidak berani;<br />Jika Anda ingin menang tetapi berpikir kalah, hampir pasti Anda akan gagal;<br />Karena intinya ada satu hal penting yang ingin saya sampaikan;<br />Keberhasilan seseorang dimulai dengan secercah cahaya iman;<br />Yang kemudian akan menimbulkan kehendak baik dan memenuhi alam pikiran;<br />Kemenangan tidak selalu datang kepada orang yang hanya lebih kuat dan cepat;<br />Tetapi cepat atau lambat kemenangan akan datang kepada orang yang berpikir dirinya dapat menang disertai dengan manisnya landasan iman.</p>
<p>Hati-hati dengan pikiran Anda, manfaatkan semaksimal mungkin demi kesuksesan Anda. Jangan biarkan pikiran-pikiran Anda menggerogoti dan menghancurkan diri Anda sendiri. Jadikan keimanan sebagai obat Anda yang paling utama, dan masukkan mental positif seorang pemenang dalam pikiran-pikiran Anda. Selamat mencoba dan sukses untuk Anda!</p>
<p>Arry Rahmawan D<br />HRD Forkom Alims SMAN 1 Bogor<br />Ketua Angkatan Departemen Teknik Industri UI 2009<br />Kotasantri Club<br />Trainer Muda Asosiasi Trainer Indonesia</p>
<p>E-mail : arry.rahmawan [at] gmail [dot] com<br />YM : arry_tiui09</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motivation.byethost9.com/archives/516/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pelembut Dalam Berkomunikasi</title>
		<link>http://motivation.byethost9.com/archives/514</link>
		<comments>http://motivation.byethost9.com/archives/514#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 17:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<category><![CDATA[training]]></category>

		<category><![CDATA[trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motivation.byethost9.com/archives/514</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal Penulisan : Ahad, 13 September 2009; 23:56 - Depok      Ditulis oleh : Arry Rahmawan       Lihat Profil Penulis 
Berkomunikasi adalah hal yang biasa kita lakukan sehari-hari. Sepertinya hampir mustahil bagi kita dalam sehari tidak berinteraksi dengan orang lain, bukan? Dalam berkomunikasi ternyata tidak hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#000080"><a href="file:///C:/Documents%20and%20Settings/User/Local%20Settings/Temp/WindowsLiveWriter-429641856/supfiles2EF2F3FD/prof3.jpg"><img title="prof_thumb1" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" height="79" alt="prof_thumb1" src="http://motivation.byethost9.com/wp-content/uploads/2009/09/prof-thumb1.jpg" width="64" align="left" border="0" /></a>Tanggal Penulisan : Ahad, 13 September 2009; 23:56 - Depok      <br />Ditulis oleh : Arry Rahmawan       <br /><a href="http://motivation.byethost9.com/arry/?page_id=2" target="_blank">Lihat Profil Penulis</a></font> </p>
<p>Berkomunikasi adalah hal yang biasa kita lakukan sehari-hari. Sepertinya hampir mustahil bagi kita dalam sehari tidak berinteraksi dengan orang lain, bukan? Dalam berkomunikasi ternyata tidak hanya kata-kata yang berperan lho! Tetapi ternyata ada juga yang disebut gerakan non-verbal atau bahasa tubuh. Faktanya, informasi dapat lebih mudah diserap apabila bahasa tubuh kita mendukung untuk penyampaian informasi tersebut. Nah, selama saya berkomunikasi dengan banyak kawan dan relasi, berikut ini adalah tips-tips ringan yang bisa saya berikan untuk Anda semuanya sebagai pelembut dalam berkomunikasi.</p>
<p> <span id="more-514"></span>
<p><strong>P = Perlihatkan SENYUMAN     <br /></strong>Ini sangat penting dan esensial dalam berkomunikasi. Janganlah Anda bangga menjadi orang yang ditakuti, karena nantinya komunikasi tidak berjalan dengan lancar dan ini tidak ada untungnya sama sekali. Berbeda dengan orang yang senang melemparkan senyuman, tentu saja orang lain akan menilai diri kita adalah pribadi yang hangat, rendah hati, dan ramah. Semakin sukses komunikasi Anda, semakin banyak relasi yang juga mendatangi Anda.</p>
<p><strong>E = Efek Mendengarkan</strong>    <br />Apa hikmah memiliki dua telinga daripada satu mulut? Yang bisa saya ambil adalah bahwa kita seharusnya lebih banyak mendengar daripada berbicara. Ini juga sangat efektif dalam berkomunikasi loh! Saya sering menjadi akrab dengan orang yang baru saya kenal ketika saya bersedia ‘sedikit lebih banyak’ mendengarkan cerita dan curahan kata-kata dari teman-teman saya.</p>
<p><strong>L = Libatkan Sentuhan!</strong>    <br />Tidak harus, tetapi apabila dilakukan dapat membuat hubungan lebih hangat. Contoh sentuhan di sini adalah seperti berjabat tangan, berpelukan (antara relasi sesama jenis), dan lain sebagainya yang masih dalam batas wajar. Beranikanlah diri Anda untuk berekspresi dan memulai! Lihat apa yang terjadi!</p>
<p><strong>E = Eye Contact!</strong>    <br />Salah satu yang sering dilupakan oleh banyak orang adalah pentingnya kontak mata dalam melakukan komunikasi. Tataplah mata rekan Anda ketika sedang melakukan komunikasi karena itu menunjukkan Anda memberikan perhatian penuh terhadapp informasi yang sedang rekan Anda sampaikan. Cobalah untuk menatap mata lawan komunikasi kita dengan lebih lama disertai senyuman hangat dan lihatlah apa yang terjadi.</p>
<p><strong>M = Membungkuk/Condongkan Badan Sedikit</strong>    <br />Tip ringan tetapi memberikan dampak yaitu condongkan sedikit badan Anda (tentunya dengan masih menjaga jarak wajar) ke arah lawan bicara Anda. Rata-rata teman saya bilang ketika saya mempraktikkan ini adalah yang mereka rasakan saya sangat antusias dalam menyambut dan mendengarkan ketika mereka berbicara</p>
<p><strong>B = Buka Tanganmu!</strong>    <br />Buka tangan di sini adalah menghindari melipat tangan Anda ke dalam di depan dada. Ini memberikan kesan kalau Anda adalah orang yang tertutup dan tidak ingin berkomunikasi dengan siapapun.</p>
<p><strong>U =Utamakan Anggukan</strong>    <br />Yup! Walaupun kita harus mengatakan yang hitam adalah hitam dan yang putih adalah putih, namun mengutamakan anggukan dan mengesampingkan gelengan dapat membuat hubungan berkembang secara signifikan. Ditambah dengan jawaban ‘ya’ (tentunya tidak sembarangan ‘ya’), akan dapat menghindari perdebatan yang merusak komunikasi.</p>
<p><strong>T =Timbal Balik</strong>    <br />Terakhir, tips dari saya sebagai pelembut dalam berkomunikasi adalah berikanlah timbal balik yang sesuai dan dibutuhkan oleh lawan bicara kita. Hindari pemborosan timbal balik yang berlebihan karena hal tersebut dapat membuat komunikasi menjadi tidak efektif.</p>
<p>Ada rekan yang berpendapat lain? Saya tunggu komentarnya… <img src='http://motivation.byethost9.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motivation.byethost9.com/archives/514/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa Banyak Anda Berkarya Hari Ini?</title>
		<link>http://motivation.byethost9.com/archives/512</link>
		<comments>http://motivation.byethost9.com/archives/512#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 17:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<category><![CDATA[muhasabah]]></category>

		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motivation.byethost9.com/archives/512</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal Penulisan : Ahad, 13 September 2009; 23:26 - Depok    Ditulis oleh : Arry Rahmawan     Lihat Profil Penulis
&#160;
Cobalah kita merenungkan sesaat akan arti sebuah waktu. Di kala semua manusia, saya, Anda, dan yang lainnya mendapatkan jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam. Namun dapat saya pastikan bahwa ‘output [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#000080"><a href="file:///C:/Documents%20and%20Settings/User/Local%20Settings/Temp/WindowsLiveWriter-429641856/supfiles2EF2F3FD/prof3.jpg"><img title="prof_thumb1[4]" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" height="79" alt="prof_thumb1[4]" src="http://motivation.byethost9.com/wp-content/uploads/2009/09/prof-thumb14.jpg" width="64" align="left" border="0" /></a>Tanggal Penulisan : Ahad, 13 September 2009; 23:26 - Depok    <br />Ditulis oleh : Arry Rahmawan     <br /><a href="http://motivation.byethost9.com/arry/?page_id=2" target="_blank">Lihat Profil Penulis</a></font>
<p>&#160;</p>
<p>Cobalah kita merenungkan sesaat akan arti sebuah waktu. Di kala semua manusia, saya, Anda, dan yang lainnya mendapatkan jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam. Namun dapat saya pastikan bahwa ‘output karya’ yang dihasilkan dari setiap orang sangatlah berbeda.</p>
<p>Ada manusia yang menghasilkan 1 dalam 24 jam, namun   <br />ada manusia yang menghasilkan 2 dalam 24 jam, tetapi    <br />ada manusia yang menghasilkan 3 dalam 24 jam, herannya    <br />ada manusia yang menghasilkan 10 dalam 24 jam, ironisnya    <br />ada manusia yang tidak menghasilkan apa-apa selama 24 jam yang dimilikinya yaitu hari ini.</p>
<p>Pertanyaannya, sejauh mana kontribusi dan karya nyata Anda hari ini? Seberapa banyak Anda berbagi, tersenyum, beramal, berkarya, berkontribusi, dan beribadah untuk hari ini?</p>
<p> <span id="more-512"></span>
<p>Dapat saya katakan bahwa <strong>hari ini </strong>adalah hadiah yang sangat istimewa yang diberikan Tuhan kepada Anda, karena dengan hari inilah Anda dapat membuat keputusan dan Anda dapat mengelola konsekuensi keputusan yang Anda buat untuk mencapai kesuksesan. Masa lalu dan hari kemarin hanyalah tinggal catatan bagi Anda untuk dipelajari dan tidak dapat dirubah sama sekali. Anda pun tidak dapat mengandalkan masa depan untuk memulai kontribusi karena tidak ada jaminan bahwa Tuhan akan memberikannya kepada Anda.</p>
<p>Berikanlah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk hari ini. aturlah waktu Anda sedemikian rupa agar hari ini dapat berjalan dengan optimal dan Anda dapat meninggalkan banyak kontribusi bagi dunia dan juga kehidupan akhirat Anda. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, yang manakah jenis tipe Anda? Apabila tipe penghasil 1, maka jadikanlah hari ini penghasil 2. Apabila Anda bisa menghasilkan 3, maka jadikanlah hari ini Anda menghasilkan 4. Investasikan waktu Anda untuk hal yang bermanfaat karena yakinlah bahwa hal tersebut tidak akan pernah sia-sia nantinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motivation.byethost9.com/archives/512/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manajemen Waktu</title>
		<link>http://motivation.byethost9.com/archives/510</link>
		<comments>http://motivation.byethost9.com/archives/510#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 23:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<category><![CDATA[transformasi]]></category>

		<category><![CDATA[trik]]></category>

		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motivation.byethost9.com/archives/510</guid>
		<description><![CDATA[Manajemen waktu lagi? Mungkin buat beberapa rekan yang sering mengikuti perkembangan artikel karangan saya, beberapa diantaranya adalah manajemen waktu. Lantas apa yang membuat artikel ini berbeda?
Kalau artikel terbitan saya sebelumnya mengenai langkah-langkah manajemen waktu, maka di sini yang dijelaskan mengenai prinsip-prinsipnya. Langkah-langkah spesifik tentunya diambil dari prinsip-prinsip ini. Apakah rekan semua merasa sudah mengatur waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manajemen waktu lagi? Mungkin buat beberapa rekan yang sering mengikuti perkembangan artikel karangan saya, beberapa diantaranya adalah manajemen waktu. Lantas apa yang membuat artikel ini berbeda?</p>
<p>Kalau artikel terbitan saya sebelumnya mengenai <strong>langkah-langkah </strong>manajemen waktu, maka di sini yang dijelaskan mengenai <strong>prinsip-prinsipnya. </strong>Langkah-langkah spesifik tentunya diambil dari prinsip-prinsip ini. Apakah rekan semua merasa sudah mengatur waktu dengan baik, namun sering merasa bosan dan hanya bertahan satu-dua hari? Apakah rekan semua merasa ‘diatur’ waktu dengan alasan ‘mengatur’ waktu? Apakah rekan sering merasa stres ketika mengatur waktu dan merasakan hal yang tidak menyenangkan? Apakah rekan semua sering meleset dalam memprediksikan hasil dari penerapan manajemen waktu? Berikut ini prinsip-prinsip yang telah saya rangkum dengan pengalaman 2 tahun menjadi trainer pengembangan diri.</p>
<p> <span id="more-510"></span>
<p>&#160;</p>
<ul>
<li><strong>Tujuan adalah kunci utama, gambarkan hasil akhir dengan jelas        <br /></strong>Mengatur waktu tanpa memilik rencana dan tujuan justru adalah penghamburan waktu. Begin with the end of things, mulai segalanya dari akhir. Maksudnya? Pikirkan apa hasil akhir yang akan Anda raih dan yang akan rekan alami. Banyak orang memanfaatkan waktunya dengan baik setelah melihat hasil akhir dirinya dengan sangat jelals : kematian! Bagaimana dengan Anda? Apa yang ingin Anda semua berikan sebelum malaikat maut datang menjemput? </li>
<li><strong>Be Flexible, Please.. Believe Me!        <br /></strong>Jadilah flexibel. Hidup ini bukanlah seperti matematika, di mana 1 + 1 = 2. Namun terkadang mengharuskan kita menyiapkan plan A, plan B, bahkan sampai Z! Tak usah terpaku pada to-do list yang rekan-rekan buat hari ini. Bersikaplah flexibel dan buat diri Anda dihormati dengan memberikan waktu untuk menghormati orang lain. Dengan catatan, semua hal yang Anda lakukan masih sesuai dengan garis cita-cita Anda. Kenapa saya menyarankan untuk fleksibel? Di prinsip berikutnya akan saya beritahukan alasannya! </li>
<li><strong>Selamatkan Waktu dengan Prioritas        <br /></strong>Ini maksud saya. Apabila rekan-rekan semua memiliki to-do list 10 kegiatan yang ingin dilaksanakan, jangan memaksakan semua sehingga kehidupan Anda menjadi kaku. Ambil 3 kegiatan terpenting, di mana selanjutnya adalah optional. Atau 20% kegiatan terpenting dari target Anda hari ini, maka dijamin Anda sudah menyelesaikan 80% dari semuanya, setidaknya untuk mendekati cita-cita Anda. Apa jadinya bila tugas A ditinggalkan, sementara Anda fokus ke tugas C? Ini bukan prinsip saya, tetapi di dunia pengembangan diri, dikenal dengan prinsip <strong>pareto. </strong>Tidak percaya? Saya sudah membuktikannya. Hidup menjadi lebih efektif, efisien, dan seimbang. </li>
<li><strong>Use Single Handling; Fokus dalam Satu Waktu        <br /></strong>Ketika memutuskan untuk mengerjakan suatu hal penting, maka hindari semua gangguan. Fokus! Matikan handphone, IM, telepon, atau apapun itu yang mengganggu konsentrasi Anda. Dan jangan mengerjakan pekerjaan lain sebelum tuntas (kecuali kalau memang jangka panjang). Maka Anda akan tercengang ketika mengetahui Anda bisa mengerjakan hal kecil hanya selama 20 menit, dari waktu yang biasa Anda habiskan sekitar 1 jam untuk mengerjakan tugas serupa. </li>
<li><strong>Refreshing; Penghematan Jangka Panjang        <br /></strong>Jangan memaksa diri Anda untuk terus-menerus mengerjakan tugas. Saya tidak menganut prinsip bahwa manusia seperti balon tiup yang suatu saat bisa ‘pecah’ saat stress. Namun semua yang tidak seimbang pasti tidak baik. Kalau Anda berkilah refreshing itu membuang waktu, maka ketika Anda stress berat dan merasa jenuh, maka waktu yang Anda buang menjadi lebih banyak lagi. Jadi, aturlah kegiatan berlibur setelah menyelesaikan sebuah tugas besar. Refreshing tidak harus hura-hura atau menghamburkan uang. Andalah yang&#160; tahu kebutuhan Anda. </li>
<li><strong>Prinsip Multitasking        <br /></strong>Sebelumnya saya menyatakan <em>single handling, </em>tetapi di sini saya menganjurkan multitasking. Kenapa? Gambaran mudahnya adalah isilah waktu Anda ketika menunggu, menyetir, dalam perjalanan, atau bahkan ketika memenuhi ‘call of nature’, dengan membaca buku, mendengar kaset ceramah, khotbah, motivasi, atau tips pengembangan diri. Maka waktu Anda akan lebih berarti dibandingkan hanya menunggu tanpa melakukan apapun </li>
<li><strong>Maintain Balance – Seimbangakan Semuanya!        <br /></strong>Ini adalah salah satu prinsip terpenting. Kenapa? Seperti yang saya sebutkan di atas, bahwa semua yang berjalan tidak seimbang tidak baik. Apa jadinya bila di dunia ini hanya ada siang? Nah, kalau Anda hanya mementingkan karier dengan mengabaikan keluarga, itu tidak ada artinya. Semuanya akan berarti bila Anda unggul di segala aspek, ayah yang baik, berjiwa sosial yang tinggi, attitude yang dicintai, berilmu, karier gemilang, fisik sehat, aqidah (kepercayaan) kokoh, dan lain sebagainya. </li>
<li><strong>Dare to be Assertive; Berani untuk bilang ‘tidak’        <br /></strong>Ini adalah selera Anda untuk mengatur kapan harus bilang iya, dan kapan harus bilang tidak. Intinya adalah dengan mengatakan tidak pada hal yang tidak urgent dan tidak penting, Anda bisa mengalokasikan waktu untuk kegiatan lain agar lebih seimbang dan tidak membuang waktu Anda. </li>
<li><strong>Do it Now!! Don’t Procrastinate Your Activity!        <br /></strong>Inilah prinsip terakhir yang juga paling penting. Aspek <em>action </em>dari segala planning yang akan mewujudkan cita-cita Anda. Lakukan semua yang telah Anda rencanakan, selesaikan tugas yang terdata di to-do list Anda. Manfaatkan waktu luang, dan hindari menunda-nunda pekerjaan, sebelum pekerjaan Anda menumpuk dan membuat Anda bingung sendiri. </li>
</ul>
<p>Demikian prinsip-prinsip yang saya rangkum dalam artikel ini.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda? ^^    </p>
<p>Salam Sukses,</p>
<p>Arry Rahmawan*</p>
<p>*Penulis adalah mahasiswa teknik industri Universitas Indonesia dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia.   <br />Dapat dihubungi pelalui e-mail di <a href="mailto:arry.rahmawan@ui.ac.id">arry.rahmawan@ui.ac.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motivation.byethost9.com/archives/510/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Draw Your Ultimate Vision Right Now!</title>
		<link>http://motivation.byethost9.com/archives/508</link>
		<comments>http://motivation.byethost9.com/archives/508#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 13:45:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<category><![CDATA[tips. inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motivation.byethost9.com/archives/508</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang membuat sebuah visi, atau gambaran apa yang ingin dicapai dalam hidup sulit bagi beberapa orang dan sangat sulit bagi beberapa orang yang lain. Di sini saya akan memberikan pengarahan berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus Anda jawab dalam bentuk esai – paragraf per paragraf – untuk menggambarkan ultimate vision Anda.

Apa hal-hal besar yang ingin Anda capai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang membuat sebuah visi, atau gambaran apa yang ingin dicapai dalam hidup sulit bagi beberapa orang dan sangat sulit bagi beberapa orang yang lain. Di sini saya akan memberikan pengarahan berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus Anda jawab dalam bentuk esai – paragraf per paragraf – untuk menggambarkan ultimate vision Anda.</p>
<ul>
<li>Apa hal-hal besar yang ingin Anda capai dalam hidup? Dari hal-hal besar itu, pilih 3 hal besar yang paling penting untuk diwujudkan!</li>
<li>Bila Anda tidak memiliki rasa takut, tantangan apa dalam hidup ini yang ingin Anda tuntaskan?</li>
<li>Apa yang ingin Anda kontibusikan bagi diri Anda dan orang lain?</li>
<li>Siapa orang-orang besar yang masih hidup yang ingin Anda temui sebagai mitra dan sahabat dekat Anda?</li>
<li>Sebutkan hal-hal yang ingin Anda berikan, rasakan, wujudkan, dan bagikan seandainya Anda sudah mendapatkan semua yang Anda inginkan!</li>
<li>Sebutkan 5 aspek yang harus terpenuhi dalam mewujudkan keseimbangan dalam hidup Anda! (ex : spiritual, keluarga, sahabat, pendidikan, karier, dll)</li>
</ul>
<p>Print dan tempel esay dari jawaban pertanyaan di atas di ruang kerja atau kamar Anda. Bacalah selalu sebelum beraktivitas pada pagi hari dan sebelum tidur. Tuntun selalu kegiatan Anda berdasarkan visi yang sudah dicanangkan. Dengan diiringi doa kepada Yang Maha Kuasa, insyaAllah kesuksesan menjadi milik Anda.</p>
<p>Salam Sukses!</p>
<p>Bogor, 2 Juli 2009 @ 20:44</p>
<p>Arry Rahmawan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motivation.byethost9.com/archives/508/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Where Does All of Your Time Go?</title>
		<link>http://motivation.byethost9.com/archives/507</link>
		<comments>http://motivation.byethost9.com/archives/507#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 12:17:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motivation.byethost9.com/archives/507</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan ini saya dapatkan dalam salah satu sesi latihan kepemimpinan dan manajemen waktu di Bogor. Waktu itu seluruh peserta diwajibkan untuk menjawab pertanyaan ini sebelum lanjut ke sesi berikutnya. Mr. Postawski, sang instruktur memberikan ilustrasi ke mana (biasanya) waktu sehari-hari kita pergi :
“Okay! It is quite surprising when you sit and think about where all [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan ini saya dapatkan dalam salah satu sesi latihan kepemimpinan dan manajemen waktu di Bogor. Waktu itu seluruh peserta diwajibkan untuk menjawab pertanyaan ini sebelum lanjut ke sesi berikutnya. <em>Mr. Postawski, </em>sang instruktur memberikan ilustrasi ke mana (biasanya) waktu sehari-hari kita pergi :</p>
<p><em>“Okay! It is quite surprising when you sit and think about where all the time in one day goes. Twenty four hours is really a lot of time. But on most days it scarcely seems enough. But this is because of certain misconceptions about time. Let us proceed to carefully examine where all that time goes and find out if twenty four hours really is. For that I have listed out certain points which will help you to get a realistic view about how much time you really have in a day.”</em></p>
<p> <span id="more-507"></span>
<p><em></em></p>
<p>Berapa waktu yang kita miliki dalam satu hari? 24 jam? Bagi yang menjawab seperti ini, maka orang yang bersangkutan mengalalmi <em>misconseptions about time. </em>Dalam sehari, ternyata waktu yang kita miliki sudah terpotong-potong, sehingga kita hampir mustahil memiliki waktu sehari penuh—24 jam dalam satu hari.</p>
<p><strong>Pertama, </strong>waktu tidur adalah bukti paling wahid bahwa kita tidak memiliki waktu hidup 24 jam dalam sehari. Berapa waktu tidur Anda? Dalam ilmu kedokteran disarankan 6-8 jam. Saya dan teman-teman seperjuangan ‘dibiasakan’ hanya melahap paling lama 5 jam saja dalam sehari. Kita ambil rata-rata 7 jam.</p>
<p><strong>Kedua, </strong>waktu khusus di kamar kecil sekitar 1 jam dalam sehari</p>
<p><strong>Ketiga, </strong>waktu makan mengambil sekitar 45 menit dalam sehari</p>
<p><strong>Keempat, </strong>waktu bersama teman dan keluarga</p>
<p><strong>Kelima, </strong>waktu istirahat</p>
<p><strong>Keenam, </strong>…………</p>
<p>Sungguh ternyata banyak sekali hal yang memotong waktu kita. Tadinya saya pikir menjawab pertanyaan ini sangat sederhana. Namun rata-rata jawaban peserta waktu itu adalah mereka hanya memiliki waktu produktif kurang dari 12 jam! Termasuk saya.</p>
<p>Bayangkan seandainya dalam sehari kita memiliki waktu 12 jam saja, maka bila kita ditakdirkan hidup 60 tahun, maka sebenarnya umur kita 30 tahun. Lantas bagaimana apabila ternyata takdir kita hanya sampai usia 50 atau 40 tahun?</p>
<p>Tuhan Maha Adil, semua manusia diberikan modal yang sama dalam segi waktu. Namun tidak semuanya dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Kita lihat bagaimana Rasulullah SAW mampu berperan dalam semua aspek kehidupan secara seimbang dan pengaruhnya masih dirasakan hingga kini. Bagaimana seorang Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam ahli hadits lainnya menghafal dan meninggalkan kitab hadits berjilid-jilid sebagai warisan sabda rasulullah yang tidak ada duanya? Bagaimana mungkin seorang Thomas Alva Edison mampu melahirkan 1000 hak paten seumur hidupnya? Bagaimana mungkin Bill Gates di usia yang masih muda sudah menjadi seorang miliader dan orang terkaya di dunia?</p>
<p>Lantas, bandingkan dengan diri kita. Sebijak apakah sampai saat ini kita semua menggunakan waktu kita yang tidak dapat dikembalikan? Apa saja prestasi yang telah kita torehkan bagi diri sendiri dan orang banyak. Terbayangkah ketika ternyata besok adalah akhir hayat kita sementara kita belum meninggalkan apa-apa untuk dunia dan tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatan kita di hadapan pengadilan Tuhan?</p>
<p>Semua keputusan itu ada di tangan Anda. Andalah yang memutuskan untuk berencana, bertindak, dan menjadikan diri Anda sukses. Dan Anda pulalah yang menentukan tindakan tanpa rencana, bertindak serampangan, dan menyesal telah menghabiskan usia untuk perbuatan tidak berguna.</p>
<p>Ambil aksi untuk berubah. Jadilah pribadi yang lebih baik. Manfaatkan waktu Anda dengan sebaik-baiknya. Konsistenlah dalam bertindak dan bercita-cita. Iringi dengan doa kepada yang Maha Kuasa. Jadikan semua aktivitas hidup Anda sebagai pengakuan bahwa Anda seorang hamba. Maka yakinlah bahwa kesuksesan ada dalam genggaman Anda!</p>
<p>Salam Sukses,</p>
<p>Bogor,    <br />Selasa, 30 Juni 2009 ; 19:07</p>
<p>Arry Rahmawan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motivation.byethost9.com/archives/507/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Puzzle, Map, and Go! : Drawing a Map to Create your Puzzle</title>
		<link>http://motivation.byethost9.com/archives/506</link>
		<comments>http://motivation.byethost9.com/archives/506#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 07:59:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<category><![CDATA[tips. inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motivation.byethost9.com/archives/506</guid>
		<description><![CDATA[ INSPIRASI BLOG : Sebelumnya sudah dijelaskan di artikel yang lalu bahwa hidup tanpa perencanaan merupakan salah satu bentuk hidup yang sia-sia. Bagaimana mungkin kita hidup di dunia yang sementara ini, namun kita tidak menghasilkan apa-apa dalam hidup kita? Oleh karena itu tetapkan puzzle Anda sekarang juga. Buat gambaran besar dalam hidup Anda. Bayangkan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://motivation.byethost9.com/wp-content/uploads/2009/06/windowslivewriterpuzzlemapandgodrawingamaptocreateyourpuz-d2f7map-2.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="126" alt="Map" src="http://motivation.byethost9.com/wp-content/uploads/2009/06/windowslivewriterpuzzlemapandgodrawingamaptocreateyourpuz-d2f7map-thumb.jpg" width="143" align="left" border="0" /></a> <strong>INSPIRASI BLOG : </strong>Sebelumnya sudah dijelaskan di artikel yang lalu bahwa hidup tanpa perencanaan merupakan salah satu bentuk hidup yang sia-sia. Bagaimana mungkin kita hidup di dunia yang sementara ini, namun kita tidak menghasilkan apa-apa dalam hidup kita? Oleh karena itu tetapkan puzzle Anda sekarang juga. Buat gambaran besar dalam hidup Anda. Bayangkan dan bercita-cita setinggi-tingginya tentang kesuksesan Anda, dan sadarilah bahwa hanya dengan mengumpulkan kepingan-kepingan puzzle yang tercecer dan merangkainya kembali hal itu akan menjadi nyata. Lantas bagaimana cara mengumpulkan kepingan-kepingan tersebut? Tentu saja kita membutuhkan sebuah peta! Peta yang menunjukkan di mana kepingan tersebut berada. Berikut ini cara menggambarnya :</p>
<p> <span id="more-506"></span>
<p><strong>1. Baca aturan dasar : Kitab suci, hadits, dan norma-norma kebaikan     <br /></strong>Tuhan tidak sebegitu kejam menginggalkan Anda sendirian dalam mencari kepingan puzzle Anda. Dalam kitab suci yang diturunkan melalui nabiNya, Tuhan menjelaskan seperti apa puzzle yang dia inginkan. Maka ketika Anda ingin menjadi orang kaya, jadilah orang kaya yang dermawan, yang membelanjakan harta Anda di jalan yang diridhoi Tuhan. Ketika Anda ingin menjadi seorang ilmuwan, maka Tuhan memberikan petunjuk agar Anda senantiasa belajar dan berprestasi yang terbaik disertai sikap rendah hati dan menolong orang lain. Maka silakan tuliskan langkah-langkah kecil dalam meraih kepingan puzzle Anda sesuai dengan tuntunan Tuhan. Yakinlah dengan melakukan kebaikan, maka Tuhan akan memberikan puzzle yang terbaik kepada Anda.</p>
<p><strong>2. Terbuka kepada Keluarga, sahabat, orang-orang sukses atau orang yang Anda percaya     <br /></strong>Yakinkah Anda dapat mewujudkan semuanya sendirian tanpa bantuan orang lain? Mulai saat ini juga terbukalah pada orang yang Anda percaya. Cari banyak sahabat dan jadilah sahabat yang baik. Minta pengalaman mereka, masukan, kritik, dan saran terhadap gagasan puzzle Anda. Bersahabatlah dengan orang-orang positif agar Anda dapat menggambar sebuah peta yang fokus untuk menemukan kepingan puzzle Anda. Sebagai contoh, ketika Anda disulitkan dengan masalah pilihan yang membuat Anda <em>stuck, </em>maka meminta saran dari orang-orang sukses dan berpengalaman adalah pilihan yang sangat bijak. Saya sendiri sering meminta nasihat ibu saya yang ketika saya terapkan ternyata cukup <em>tokcer </em>dalam memudahkan saya meraih cita-cita.</p>
<p><strong>3. Perbanyak studi literatur, mengikuti seminar, pelatihan, dan browsing ke website manajemen atau pengembangan diri     <br /></strong>Tidak bisa meminta nasihat langsung kepada orang sukses bagaimana mereka menggambarkan peta hidup mereka? Pelajarilah biografinya. Sebagai contoh seorang Thomas Alva Edison sangat inspiratif sebagai tokoh kreatif, penemu, dan figur yang tidak dapat dikalahkan oleh kegagalan. Dalam menemukan sebuah bola lampu, dia harus menelan ratusan kali kesalahan. Namun justru dia mengajarkan kepada kita semua bahwa yang namanya peta tidak mungkin lurus, namun ada jalan berliku, berbelok, berputar, bahkan berbalik arah. Kitalah yang memutuskan untuk tetap maju atau tidak jadi menempuh jalan yang telah kita susun.</p>
<p><strong>4. Kenali sekali lagi tujuan yang ingin dicapai, dan berkolaborasilah dengan orang yang memiliki tujuan yang sama     <br /></strong><em>Strategic Collaboration </em>sangat penting dalam hidup ini. Pekerjaan dan bahkan perjalanan hidup yang terkesan berat, dengan suatu kerjasama tim yang solid justru dapat memudahkan kita dalam mencapai tujuan hidup. Maka dalam menggambar peta ini, kumpulkanlah orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, karena (siapa tahu) orang yang Anda kumpulkan memiliki info jalan pintas untuk menggapai tujuan tersebut, sehingga Anda pun dapat menghemat waktu dan mengalokasikannya untuk hal-hal positif yang lain</p>
<p><strong>5. Simpan peta Anda, lihat setiap hari untuk mengingatkan Anda     <br /></strong>Banyak orang yang melupakan begitu saja jalan cita-cita yang sudah dibuat sedemikian detail dan mulus. Maka dari itu, simpan peta Anda di buku diary, agenda, kamar Anda dan tempat-tempat yang mudah terlihat. Ingatlah bahwa sesungguhnya di dunia ini Anda memiliki misi yang harus Anda selesaikan. Anda bukanlah manusia biasa! Kita semua manusia luar biasa dan spesial! Semua memiliki kesempatan dan takdir untuk menjadi suskes dalam hidup. Hanya saja sangat disayangkan bahwa lebih banyak orang yang <strong>memilih </strong>untuk gagal daripada menjadikan dirinya sukses. Semua itu ada pada kita.</p>
<p><em>QS.2 : 134. Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. </em></p>
<p>Salam Super Sukses!   <br />Arry Rahmawan D    <br />INSPIRASI Blog Founder</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motivation.byethost9.com/archives/506/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
